Belajar dari Kupu-Kupu

Kupu-kupu hewan yang berkembangbiak dengan cara metamorfosis. Awalnya dari telur kemudian menetas menjadi ulat. Ulat pun tumbuh kembang yang kemudian pada usia yang sudah cukup dewasa menjadi kepompong. Beberapa waktu kemudian, kepompong tersebut merekah mengeluarkan kupu-kupu yang indah dipandang mata.

Nah itu salah satu hal yang dibicarakan oleh pembawa acara saat regenerasi gamus pada tanggal 9 Mei 2009. Hal ini sangat menarik. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari proses metamorfosis kupu-kupu tersebut.

Kita dalam menjalani hidup ini pastinya selalu mengalami kesulitan. Menjalani hal-hal yang menurut kita menyebalkan. Tapi pada akhirnya kita akan mendapatkan sesuatu yang indah. Seperti proses metamorfosis tadi. Awalnya telur kemudian ulat yang menurut sebagian orang jijik, takut, malah beberapa wanita sampai berteriak melihatnya. Itu mengibaratkan disaat tidak ada yang menghargai, menolong, mendukung kita dalam menjalani hidup ini tapi kita tetap harus terus melangkah karena kita tahu dan meyakini akhir dari perjalanan hidup ini.

Sebagaimana ulat yang menjadi kepompong (yang dalam kesendiriannya memintal benang sendiri) kuatkan diri kita dalam menghadapi cobaan hidup, menjalani proses-proses kehidupan dengan sebaik mungkin (do the best all the time!!!), hingga akhirnya kita lahir menjadi diri yang baru, menjadi diri kita sendiri, diri yang indah, sehingga dapat menebarkan keindahan kapanpun dimanapun.

Untuk meraih kesuksesan kita harus melalui berbagai proses dengan penuh kesabaran, keuletan, dan ketabahan. Tekadkan diri kita untuk berubah menjadi lebih baik, dan kita dapat bermetamorfosis menjadi pribadi yang sukses bagaikan metamorfosis kupu-kupu.

SEMANGAT BUAT BERMETAMORFOSIS!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar